Tugas Linier Congruential

Linear Congruential Generators atau yang biasa disingkat sebgai “LCG”adalah suatu teknik untuk meng-generate bilang “pseudo random”.

Berikut contoh dari teknik Linear Congruen Generator dengan soal :

  • ni=(7n(i-1)+5) mod(32); n0=7
  • ni=(5n(i-1)+11) mod(512); n0=535
  • ni=(5n(i-1)+11) mod(512); n0=??? (diisi dengan angka pilihan, di sini akan menggunakan 1366).

Selain contoh di atas, akan ditampilkan juga random secara Uniform U(0,10).

 

Advertisements

Resume Database Administrator-102-M9

Database Connectivity

Database Connectivity merupakan sebuah fasilitas komputer yang memungkinkan server client untuk berkomunikasi dengan  database server pengguna lain. Database management system(DBMS) menyediakan fasilitas untuk menyimpan, mengorganisir, dan mengambil data. Sebagian besar aplikasi bisnis menyimpan data dalam database relasional. Aplikasi dapat mengakses informasi database dengan menggunakan Java Database Connectivity (JDBC) API.
Hal yang harus diperhatikan dalam Database Connectivity:
– Knowing the business, not only technology
– Centralized or Distributed
– Thin client or fat client
– Database gateway
– Network Trafic
– Webbase or dekstop
    * Need provider?
    * Availability?
    * Red use down time
Elemen Database Connectivity
Database merupakan sekumpulan data yang saling berhubungan.
Pooling Connection merupakan koneksi database yang terbatas dan mahal dapat memakan waktu yang tidak proposional dan lama untuk menciptakan relatif terhadap operasi yang dilakukan pada mereka.
Sebuah standar terbuka untuk konektivitas antar mesin basis data. Standar ini menyediakan API yang dapat digunakan untuk menjalankan dan mengoneksikan sebuah aplikasi dengan sbeuah sistem managemen basis data (SMBD). Pada Desainer ODBC membuatnya dengan tujuan agar ODBC terbebas dari penggunaan bahasa pemrograman tertentu, sistem manajemen basis data tertentu, dan sistem operasi tertentu.
– Benefit DBA Tools
– DBA Tools
– Evaluating Vender

Hal yang perlu di perhatikan dalam DBA Tools:
– Modeling & design
– Change Management
– Table editor
– Performance Management :
    @ SYS
    @ Database
    @ APP
– Backup & Recovery
– Data Warehouse & BI:
    @ ETL
    @ Quer & Reporting
– Programing & development:
    @ Testing
    @ Debug
    @ Check point/ Restart
– Evaluating Vender

Resume Database Administrator-102-M8

Data Movement dan Data Distribution

Data movement adalah proses pemindahan data yang terdiri dari 3 jenis,yaitu
@Export
@Import
     Beberapa file format yang bisa import :

-Non-delimeted or fixed-length ASCII (ASC)
-Delimited ASCII (DEL)
-PC version
-Cursor
Import:
1.Import dibutuhkan hak akses seperti select, insert, control create tab tergantung operasi yang dilakukan.
2.LBAC harus juga diperhatikan

3.Saat melakukan import, kita harus memiliki LBAC credential terhadap objek yang kita modifikasi

   @Load
– Digunakan untuk memuat data ke dalam tabel
– Selain itu digunakan untuk menambah baris baru ke dalam sebuah tabel atau menempatkan kembali (replace) baris yang sudah ada ke dalam sebuah tabel.
– Load
  Berikut contoh untuk melakukan Load :
  LOAD FROM input_source OF input_type
  MESSAGES message_file
  [INSERT | REPLACE | TERMINATE | RESTART]
  INTO target_tablename
  Keterangan :
  INSERT   : menginsert data ke tabel, tabel harus sudah ada
  REPLACE  : data yang ada di tabel akan dihapus terlebih dahulu,baru        kemudian data di insert
  TERMINATE  : menghentikan operasi load & melakukan rollback ke point        sebelum load dimulai
  RESTART  : untuk merestart operasi load yang gagal

@Export

1.Untuk dapat melakukan operasi export maka dibutuhkan hak akses minimal select pada tabel atau view yang hendak di export.
2.Dalam melakukan export, kita harus memberikan perhatian khusus terhadap LBAC (Label Base Acces Control)

Resume Database Administrator-102-M7

STORAGE MANAGEMENT

 Structure Memory
Memory di Oracle digunakan untuk menyimpan:
–  Kode program yang akan dieksekusi
–  Informasi tentang session
–  Data yang akan dieksekusi
–  Informasi yang di share dan dikomunikasi oleh       proses yang lain. Misalnya locking information
–  Cache information
Dasar struktur memory yang berhubungan dengan oracle:
–  Software code ares
–  System Global Area (SGA)
–  Program Global Area (PGA)
–  Sort area
 Softwere Code Area
Bagian dari memory yang digunakan untuk menyimpan kode program yang akan dieksekusi. Perintah/kode oracle disimpan di software code areas yang biasanya berada di tempat yang berbeda-beda sesuai dengan program dari user.  Ukuran software codes areas statis, berubah jika dilakukan installasi ulang atau update.
Memory Structure dasar yang berhubungan dengan Oracle instance adalah :
–  System Global Area (SGA) : di-share oleh semua server dan background process
–  Program Global area (PGA) : Private untuk masing-masing server dan background process. Satu PGA untuk masing-masing proses.

System Global Area (SGA)

Merupakan memory area yang meliputi data dan control informasi untuk instance.
SGA mencakup data struktur berikut ini:
–  Database buffer cache : cache block data yang didapat dari database
–  Redo log buffer : cache redo informasi (digunakan pada saat instance recovery) hingga informasi siap dituliskan di tempat penyimpanan fisik redo log file pada disk
–  Shared pool : cache untuk berbagai macam file yang digunakan oleh semua user
–  Large pool  : area opsional yang menyediakan memory yang banyak untuk proses besar seperti operasi oracle backup dan recovery
–  Java pool : digunakan untuk semua session khusus untuk java code dan data dalam Java Virtual machine (JVM)
– Steams pool : digunakan oleh oracle steam
  Program Global Area (PGA)
— Merupakan memory yang terdiri dari data dan control information untuk masing-masing proses server.
—Proses dalam oracle server memberikan layanan bagi client. Masing-masing proses server memiliki PGA sendiri-sendiri yang dibuat saat proses di server dimulai.
—PGA diakses secara eksklusif oleh server proses, dan PGA ditulis dan dibaca hanya oleh kode oracle.
 Manajemen ASM
          Automatic Storage Management (ASM) yang dimiliki oleh Oracle 10g ini dapat meningkatkan kemampuan dalam memanajemen dan menkonsolidasikan antar data dalam basis data/ database.
           Fungsi dasar dari ASM adalah melakukan manajemen penyimpanan data pada storage dengan mendefinisikan storage berdasarkan grup-grup tertentu untuk mengurangi adanya redundansi data, khususnya ketika seorang DBA melakukan penyimpanan data.
ASM menyediakan fungsionalitas sebagai berikut:
—Mengatur kelompok disk, disebut disk group.
—Mengelola disk redundansi dalam suatu disk group.
—Menyediakan dekat-optimal I / O menyeimbangkan tanpa tuning manual.
—Memungkinkan manajemen objek database tanpa menyebutkan mount point dan nama file.
—Mendukung file ukuran besar.
 TableSpaces

Oracle mempunyai definisi tablespace yang sama dengan DB2.
—Tablespace merupakan bagian dari arsitektur logic database Oracle [secara sekilas, struktur logik database Oracle adalah tablespace, segment, extent, dan block].
—Tablespace digunakan sebagai tempat (storage) bagi segment (object database)

Resume Database Administrator-102-M6

Disaster Recovery Planning

Disaster recovery planning

Disaster (bencana) didefinisikan sebagai kejadian yang waktu terjadinya tidak dapat diprediksi dan bersifat sangat merusak. Pengertian ini mengidentifikasikan sebuah kejadian yang tiba-tiba, tidak diharapkan, bersifat sangat merusak, dan kurang perencanaan. Bencana terjadi dengan frekuensi yang tidak menentu dan akibat yang ditimbulkannya meningkat bagi mereka yang tidak mempersiapkan diri terhadap kemungkinan-kemungkinan timbulnya bencana. Berbagai bencana yang mungkin terjadi antara lain adalah:
Backup Database
Yaitu suatu proses yang mengacu kepada pembuatan salinan data dari database, sehingga salinan ini dapat digunakan untuk mengembalikan data semula dari peristiwa kehilangan data ataupun kerusakan data.
Perencanaan database adalah proses pembuatan atau pengembangan struktur database yang sesuai dengan data yang dibutuhkan oleh pengguna atau user.

Perencanaan database memiliki langkah – langkah penting yaitu :

  • Mendefinisikan kebutuhan (Requirement definition)
  • Jenis informasi yang harus diperhatikan (Informasi yang menjelaskan struktur data dan menggambarkan aturan atau batasan yang dapat menjaga integritasi data)
Fokus dalam mendefinisikan kebutuhan :
  • Mendefinisikan lingkup database
  • Memilih metodelogi
  • Mengidentifikasi pandangan user
  • Model data struktur
  • Model data constraints
  • Mengidentifikasi kebutuhan operasional
Disaster Recovery Planning
Yaitu merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi dan membatasi resiko – resiko buruk (bencana) dan nantinya membuat kerugian – kerugian pada proses bisnis yang ada. Dapat dikatakan bahwa proses ini adalah sebuah proses penanggulangan – penganggulangan atau rencana untuk menanggulangi suatu bencana pada proses bisnis.
Beberapa Keuntungan dari Disaster Recovery Planning
  • Memperbaiki system proteksi terhadapat setiap aset – aset penting yang dimiliki oleh perusahan tersebut.
  • Membuat system proteksi infomasi atau data – data perusahaan lebih efektif.
  • Mengurangi resiko bencana akibat kesalahan manusia
  • Memperbaiki manajemen perusahaan

Resume Database Administrator – 102 – M5

Database Security
Keamanan Data base
Database Security
Sebuah database harus memiliki sebuah kemanan yang baik agar mencegah hal – hal yang tidak diinginkan. Kerahasiaan data adalah contoh pentingnya sebuah keamanan data. selain itu terdapat beberapa prinsip hak minimum:
Prinsip Hak Minimum
1.                  Hanya menginstall software yang diperlukan oleh mesin
2.                  Aktifkan layanan yang hanya diperlukan oleh mesin
3.                  Berikan OS dan akses database hanya pada para pengguna yang membutuhkan akses
4.                  Membatasi akses ke root atau account administrator
5.                  Membatasi akses ke account SYSDBA dan SYSOPER
6.                  Membatasi jumlah user dengan hak akses administrator
Menerapkan Prinsip Hak Minimum
1.                  Melindungi data dictionary
2.                  Menolak hak akses yang tidak perlu dari PUBLIC
3.                 Membatasi akses direktori-direktori pada sistem operasi yang dapat diakses oleh user
4.                 Membatasi jumlah user dengan hak akses administrator
5.                 Menbatasi autentikasi user pada database   secara remote
Melindungi Data Dictionary
Directionary dengan memastikan parameter inisialisasi berikut di set FALSE
07_DICTIONARY_ACCESSIBILITY = FALSE;
Konfigurasi ini mencegah user dengan ANY TABLE system privilege mengakses table dasar dari data dictionary
Nilai FALSE juga mencegah user SYS dari logging selain SYSDBA
Default nilai parameter ini FALSE. Jika di set TRUE, maka harus ada alasan yang benar-benar sesuai.
Menolak Hak Akses dari Luar yang Tidak Diperlukan
1.      Menolak hak akses yang tidak perlu dan role-role dari database server dengan group PUBLIC
2.      Mengeksekusi paket-paket yang harus tolak dari PUBLIC, antara lain :
ü    UTL_SMTP
ü    UTL_TCP
ü    UTL_HTTP
ü    UTL_FILE
Membatasi User dengan Role DBA
Menolak hak akses seperti berikut :
1.      Menolak hak akses system dan object secara penuh
2.      Koneksi hak akses SYS, SYSDBA dan SYSOPER
Membatasi Autentikasi User pada Database Secara Remote
1.      Autentikasi secara remote hanya digunakan ketika anda memberikan kepercayaan kepada client dengan autentifikasi sewajarnya
2.      Proses autentifikasi remote :
ü    User mengakses database dari luar
ü    Remote autentikasi dilakukan oleh User
ü    User masuk ke database
3.      Instance diinisialisasi parameter dengan setting default
Mengelola Akun User Standar
1.             DBCA membatasi dan mengunci semua account, kecuali:SYS, SYSTEM, SYSMAN, DBSNMP
2.             Untuk membuat database secara manual, kunci dan batasi akun yang tidak digunakan
Implementasi  Fitur- Fitur Keamanan Password Standar
Fitur-Fitur Standart Keamanan
Memberikan Fungsi Verifikasi Password
Untuk memberikan fungsi password verifikasi lakukan kebutuhan password antara lain :
1.      Panjang minimun 4 karakter
2.      Password tidak boleh sama dengan Username
3.      Password harus memiliki sedikitnya 1 huruf, 1 angka, dan 1 huruf khusus
Mengawasi Aktifitas yang Mencurigakan
Mengawasi atau mengaudit harus menyatu dengan prosedur keamanan. Berikut hal yang harus diperhatikan dalam melakukan audit dalam database Oracle antara lain :
1.      Melakukan Pengauditan Wajib
2.      Standart Database Auditing
3.      Fine-Granted Auditing (FGA)
Standart Database Auditing
Diaktifkan melalui parameter AUDIT_TRAIL
1.      NONE       : Mematikan kumpulan history dari audit
2.      DB                        : Mengaktifkan Audit dari data yang ada di database
3.      OS             : Mengaktifkan audit dari OS
Yang dapat di audit yaitu :
1.                  Event Login
2.                  Hak Akses System
3.                  Hak Akses Object
Fine-Granted Auditing (FGA)
Mengawasi data yang diakses berdasarkan isi
Audit SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE
Dapat dihubungkan ke tabel atau view
Menghubungkan dengan paket DBMS_FGA

Resume DBA – 102 – M4

System and Database Performance

Data Dictionary

Select * From dictionary

Perintah tersebut  diatas akan menampilkan semua nama user dan privilagenya. Disana kita juga dapat melihat tabel apa saja pada setiap user serta apapun yang berhubungan dengan sistem.

Jika Data Dictionary dalam pencarian dengan memberikan “dba_” maka akan menampilkan semua yang berhubungan dengan database.

Jika “all_” maka kita akan dapat melihat user siapa saja yang sedang login saat itu dan grand yang diberikan kepada setiap user.

Jika “user_” maka kita dapat melihat user yang sedang login saja.

Misalkan ada user DBA, HR, SCOTT (seperti pada gambar 1) dan dimasing-masing user tersebut mempunyai objek sendiri-sendiri. Tabel setiap userpun dapat disamakan persis nama dan isinya (Struktur dan Objeknya).

Role

Role adalah penggabungan beberapa fungsi yang dapat dipanggil dengan membuat satu paket tempat untuk dijadikan tampungan beberapa fungsi tersebut dan dapat dipanggil sesuai dengan kebutuhan.

Optimasi Database

  • Partioning
  • Raw Partition Vs File System
  • Indexing
  • Denormalization
  • Clustering
  • Interleaving Data
  • Free Space